Timur Langit Indonesia > Artikel Outbound Timur Langit > Outbound Training > Experiential Learning: Melatih Skill Melalui Pengalaman

Experiential Learning: Melatih Skill Melalui Pengalaman

Berkaca dari petuah orang bijak yang mengatakan bahwa pengalaman merupakan guru yang baik memang benar adanya. Bila anda pernah mengalami suatu kegagalan tentu alangkah baiknya bila anda mampu mengambil hikmah dari pengalaman buruk tersebut dan menjadikannya sebagai sebuah proses pembelajaran.

Konsep tersebut bisa jadi merupakan awal pemikiran dari metode experiential learning. Apa yang dimaksud dengan experiential learning? Simpelnya, metode learning yang satu ini adalah belajar dari pengalaman. Dalam arti bagaimana memaknakan sebuah pengalaman sehingga bisa menjadi pembelajaran. “Experiential learning” itu adalah proses belajar, proses perubahan yang menggunakan pengalaman sebagai media belajar atau pembelajaran” ujar Sahala Harahap, pakar Experiential Learning & Organizational Development yang juga Principal Sahala Consulting.

“Anda mengalami sesuatu dan secara aktif berusaha menggali pemahaman, menggali makna dari pengalaman tersebut, itulah experiential”.

Lalu bagaimana cara mengolah secara aktif pengalaman tersebut menjadi pemahaman? Untuk itu dibutuhkan yang namanya proses fasilitasi. “Kalau kita bicara korporasi, anda tidak bisa kan mengharapkan sebuah pengalaman nyata terjadi dulu sebelum orang bisa belajar”, kata Sahala. Oleh karena itulah untuk pembelajaran di korporasi seringkali kita membutuhkan situasi pengganti yang kita kenal dengan simulasi yang digunakan dalam bentuk games.

Untuk itu ia melihat seorang konsultan sangat perlu untuk memahami situasi klien, tujuan klien serta memahami hal-hal yang terjadi di perusahaan klien saat merancang skenario fasilitasi.

Melalui experiential learning, banyak bidang yang penerapannya bisa dikembangkan. Namun secara garis besar, Sahala membedakannya menjadi dua, yaitu soft skills yang terkait dengan hal seperti budaya perusahaan, sistem nilai serta sikap, dan hard skills yang mencakup technical competencies. “Kalau kita bicara mengenai perilaku-perilaku teknis mungkin lebih mudah karena seringkali parameternya lebih konkrit. Tetapi bagaimana kalau terkait hal-hal yang soft skill?”, tanyanya. Nah, menurut Sahala di area itulah experiential learning cukup berperan.

Dari kacamata experiential learning Sahala melihat ada tiga tahap proses belajar. Pertama, orang tahu informasinya sehingga knowledgenya dapat. Kedua, orang paham. Dan ketiga, orang jadi punya kepentingan untuk melakukan berperilaku? Cuma sekedar tahu atau ngerti implikasinya. Mengerti implikasinya kan. Karena Anda merasa arti pentingnya seperti apa”, ujar Sahala.

Harus Didukung Sistem dan Manajemen
Pengembangan soft skill seperti leadership, team work dan semangat kerja inilah yang dilakukan oleh PT. Berau Coal melalui experiential learning. Perusahaan pertambangan yang berlokasi di Berau, Kalimantan Timur ini sudah menerapkan experiential learning selama 3 tahun dan lebih dari 10 batch. Menurut Muhammad Suhada, HR & S Superintendent PT. Berau Coal, pihaknya ingin mencoba pendekatan baru dalam penyampaian training karena untuk penanganan soft skill perlu cara yang berbeda dengan hard skill.

“Kami juga memahami bahwa karyawan adalah manusia dewasa yang mungkin agak kesulitan untuk mendapatkan training soft skill dengan metode classroom biasa”, katanya kepada HC. Ia sendiri melihat bahwa sejauh ini penerapan experiential learning cukup efektif karena terjadi perubahan perilaku karyawan dalam pekerjaan sehari-hari. “Dari hasil evaluasi yang kita lakukan, yang paling kelihatan adalah working climate menjadi baik dan secara tidak langsung mendukung peningkatan kinerja karyawan dan perusahaan”, sambungnya.

Sebelum melaksanakan metode ini, PT. Berau Coal terlebih dahulu membuat target yang ingin dicapai dan melakukan assessment bersama fasilitator. Kemudian pihaknya mencari tahu nilai-nilai apa yang ingin dicapai serta menentukan ‘deliverable trainingnya’ dan ukuran yang diharapkan. “Pada intinya kita tentukan terlebih dahulu goalsnya beserta measurementnya. Dari situ kita bisa melakukan evaluasi apakah training yang diadakan efektif atau tidak efektif. Hanya saja karena ditujukan kepada soft skill, sehingga untuk mengevaluasi tidak bisa dalam waktu yang singkat”, papar Suhada lagi.

Selanjutnya Suhada juga menjabarkan beberapa faktor yang harus dipenuhi agar experiential learning bisa diterapkan dengan baik. Yang pertama adalah dukungan dari organisasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan. “Artinya apabila secara orang-perorang diharapkan berubah tetapi tidak didukung oleh sistem dan manajemen yang sejalan pasti setelah training maka peserta akan kembali kepada perilaku yang lama”, ujarnya menegaskan.

Faktor kedua adalah organisasi harus selalu melakukan improvement di setiap sesi, khususnya deliverable trainingnya. “Kalau selalu sama maka ditraining berikutnya tidak ada lagi unsur “experience” yang sepenuhnya bagi peserta berikutnya, khususnya yang sudah mendapatkan bocoran materinya”, lanjutnya.

Sedangkan faktor terakhir, yang menurut Suhada paling penting adalah pada saat mendesain training harus sejalan dengan tujuan pengembangan organisasi dan nilai-nilai yang diharapkan oleh perusahaan. Sehingga setelah mengikuti training karyawan akan terus di-courage untuk menerapkan perilaku barunya
 
Timur Langit, sebagai sebuah provider outbound training di Jawa Timur dan khususnya lembaga outbound di Surabaya, tim kami berusaha membantu perusahaan/lembaga anda untuk mewujudkan keinginan dalam penyelenggaraan kegiatan outbound training maupun training motivasi, dengan paket outbound yang menarik, di dukung dengan outbound games yang bervariasi dan bersifat untuk pengembangan kinerja individu maupun tim, Timur Langit sebagai salah satu alternative wisata outbound bagi perusahaan/lembaga anda, dengan lokasi outbound di Jawa Timur yang mendukung, selain itu Timur Langit juga dapat menyelenggarakan Wisata Rafting, Gathering, Outing, Paintball maupun Wisata Petualangan yang lainnya di Jawa Timur

Source: HUMAN CAPITAL MAGAZINE

Outbound Jawa Timur - Outbound Surabaya - Outbound Pacet - Outbound Training

KUNJUNGAN KE WEB INI